by

Apa yang harus dilakukan saat anak bermimpi ketika tidur?

Tabloid.id – Anak-anak yang bermimpi dan menangis pada malam hari merupakan fenomena yang cukup umum, terutama di usia 4-10 tahun. Apa penyebabnya dan apa yang harus dilakukan orang tua saat mereka bermimpi dan menangis saat tidur malam hari? Jawabannya akan Anda temukan di bawah ini.

Penyebab mimpi anak membuat menangis saat tidur malam hari

Mimpi tidur terutama disebabkan oleh mimpi buruk. Anak-anak memiliki imajinasi yang kuat; Dikombinasikan dengan kecemasan, ketakutan dalam kehidupan nyata akan membuat anak memiliki mimpi yang menakutkan. Hampir semua orang yang telah mengalami tahap ini di usia muda akan hilang seiring bertambahnya usia anak.

Menurut sebuah penelitian di Belanda, 96% dari 7-9 anak mengalami mimpi buruk, 68% pada usia 4-6 tahun, 76% pada usia 10-12 tahun. Anak-anak mungkin sangat takut sehingga mereka tidak bisa tidur, bangun tiba-tiba menangis atau menjerit.Ketakutan yang paling umum adalah ketakutan akan hantu atau monster, diikuti oleh stres dalam kehidupan nyata (seperti diintimidasi, dimarahi, bahkan disalahgunakan, orang tua bertengkar).

Selain mimpi buruk yang disebutkan di atas, penyebab lainnya adalah:

  • Tempat tidurnya tidak nyaman, ada kebisingan.
  • Terlalu aktif di siang hari.
  • Anak yang sakit: sakit perut, sakit gigi, hidung tersumbat, …

Apa yang harus dilakukan saat anak bermimpi saat tidur malam hari?

Bermimpi tidur di malam hari sangat umum, jika orang tua tahu cara menangani situasi akan membantu anak cepat tertidur malam dan tidur nyenyak.

Langkah 1: Smother anak.

Jika anak tidak bangun tapi hanya terkejut dan merengek. Berbaringlah di sisi anak sejenak, pijat lembut bagian belakang, agar si anak kembali tidur.Jika anak terbangun menangis, pegang bayi di pangkuannya; Bantu dia tenang. Mengatakan “tidak apa-apa, tidak ada yang menakutkan di sini, orang tua di sini, tidur, dll.”Orang tua bisa berpura-pura berkeliling tempat tidur, lemari, jendela, hingga pikiran anak menjadi tenang.

 

Jika anak Anda masih mengalami masalah tidur, cobalah menyanyikan lagu pengantar tidur atau membaca cerita.Usahakan untuk tidak mengulangi perilaku ini seringkali, si anak bisa menjadi terlalu lemah dan tergantung pada orang tua.Jika anak ngomel, takut tidak berani mengatakan orang tua, hanya merintih; Pada saat ini orang tua seharusnya tidak memarahi. Bicarakan dengan anak Anda tentang masalah keesokan harinya.

Langkah 2: Buat anak Anda tidur lebih nyenyak.

Agar anak memiliki kebiasaan tidur yang nyenyak, orang tua harus melakukan hal berikut:

  • Mintalah bayi Anda mandi hangat sebelum tidur.
  • Pastikan tempat tidur Anda hangat dan nyaman.
  • Berikan boneka binatang pada waktu tidur.
  • Baca cerita untuk anak Anda sebelum tidur.
  • Taruh bola lampu di kamar.
  • Hindari bermain game elektronik atau nonton TV sebelum tidur.

Banyak orang tua mengadopsi metode di atas dan mencapai hasil yang cepat. Terkadang anak masih akan mengalami mimpi buruk tapi tidak lagi menangis malam dan juga rasa takut diri sendiri; Tidak lagi menangis dengan orang tua lagi – ini disebut self-made, mature.

Jika anak Anda mengalami masalah tidur, menangis karena sakit; Harus fokus pada pengobatan penyakit. Bila penyakitnya, anak-anak yang terukir dengan sendirinya akan cepat tertidur, menangis malam hari.

Langkah 3

Jika anak bermimpi dan terbangun menangis terjadi berkali-kali dan bertahan beberapa hari. Orang tua harus:

Bicaralah dengan anak Anda pada siang hari, seperti saat makan siang, bicaralah dengan anak Anda untuk mengetahui penyebab sebenarnya, dengan:

  • Tanya tentang mimpinya
  • Tanyakan padanya apa yang dia takuti atau khawatir tentang apa.
  • Cobalah bersimpati, dengarkan pikiran dan perasaan anak. Jangan memaksakan pendapat atau menunjukkan bahwa “Anda seharusnya tidak seperti, tidak seperti itu”.
  • Bahkan jika anak Anda tidak bisa mengungkapkan rasa takutnya, cobalah bersabar dan perhatikan penyebabnya.

Langkah 4 : Ajarkan anak Anda mengatasi rasa takut.

Usahakan menyarankan beberapa solusi untuk membantu anak tidak takut, hadapi hal-hal yang menimbulkan ketakutan mereka, seperti:

  • Jika seorang anak bermimpi dikejar dan dipukuli oleh anak lain, dia disarankan untuk tidak melarikan diri dan harus melawannya.
  • Jika anak bermimpi tentang hantu, sarankan anak bahwa hantu itu hanya imajinasi atau halusinasi.

Jika anak memikirkan hal positif, anak akan tahu bagaimana menangani situasi ini dan tidak lagi takut, dan bisa tidur dengan nyenyak.

Langkah 5 : Konsultasi tenaga ahli.

Ini adalah cara terakhir ketika setiap usaha orang tua tidak efektif. Seorang terapis berpengalaman dapat membantu menemukan penyebab sebenarnya dan memberikan solusi yang tepat.

Bermimpi buruk dan tangisan malam hari sangat umum terjadi pada anak-anak. Semoga informasi di atas membantu orang tua lebih memahami penyebab kondisi ini dan tahu apa yang harus dilakukan saat anak bermimpi saat tidur malam hari.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed